Antrean Panjang di RSU DR Soetomo, Pasien Kanker Bisa Tambah Parah

SURABAYA – Tak mudah menempuh jalan kesembuhan di RSU dr Soetomo. Untuk menuju meja operasi, jalannya begitu berliku. Prosedurnya banyak. Problem paling utama adalah daftar tunggu yang ribuan orang. Masa tunggu bisa berbulan-bulan. Alih-alih sembuh, banyak penyakit pasien yang kian parah dalam masa antrean.

Suwarni, nama samaran, adalah salah satunya. Ibu dua anak itu ketahuan menderita kanker payudara setahun lalu. Awalnya, dia mengeluhkan adanya sakit di bagian dada. Keluarganya lantas membawa dia ke rumah sakit setempat, di kawasan utara Jawa Timur.

Namun, rumah sakit angkat tangan. Kanker payudara Suwarni harus ditangani rumah sakit yang lebih canggih peralatannya. ”Pilihannya ada dua. RS Semarang atau RSU dr Soetomo,” kata Andre, putra sulung Suwarni, yang setia mendampingi ibunya.

Andre memilih RSU dr Soetomo. Sebab, beberapa dokter mengatakan peralatan di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu lebih canggih dan lengkap. Kapasitas kamarnya pun lebih banyak dibanding RS Semarang. Suwarni pun dibawa ke RSU dr Soetomo pada akhir 2007. Karena tidak mampu, dia mengajukan diri sebagai pasien miskin, berharap biaya pengobatan tak mahal.

Biaya pengobatan pasien tidak mampu memang dijamin dalam program Jamkesmas. Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Andre melengkapinya semua. Mulai surat keterangan tidak mampu (SKTM) hingga kartu susunan keluarga (KSK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Penanganan pertama bagi Suwarni adalah menjalani foto rontgen. Itu dilakukan untuk mengetahui seberapa parah kanker payudara yang dia derita.

Proses foto rontgen, kata Andre, sangat berbelit. Kendati persyaratan sudah lengkap, ibunya tak segera difoto. ”Ada saja yang kurang,” katanya. Kalaupun sudah lengkap, setiap kali datang petugas selalu mengatakan pasien sedang banyak.

Suwarni harus menunggu hingga satu bulan baru bisa difoto. Di tengah kegalauan, salah seorang tukang becak menyarankan Andre berobat ke seorang dokter onkologi swasta. Dokter itu membuka praktik di Jalan Kertajaya. Prosesnya cepat dan harganya murah. ”Saya betul-betul tergiur,” katanya.

Andre lantas membawa Suwarni ke tempat praktik dokter tersebut. Suwarni mendapat perawatan satu minggu. Namun, tak ada kemajuan berarti. Sebab, menurut Andre, Suwarni hanya menjalani penanganan medis biasa. ”Cuma dikasih infus. Itu saja,” cerita Andre.

Untuk seminggu itu, Andre bahkan harus mengeluarkan Rp 5 juta. Baginya, harga itu terlampau mahal. Sebab, secara tak sengaja Andre sempat melongok bahwa harga satu infus tak lebih dari Rp 19 ribu.

Dokter tersebut lalu meminta Andre membayar lagi sejumlah uang jika proses pengobatan mau dilanjutkan. Tapi, bapak satu anak itu mengaku tak punya uang. ”Dokter itu lantas menawari saya untuk bekerja kasar di tempatnya, agar ibu tetap bisa dirawat,” ceritanya.

Tugas Andre adalah menyemen tembok rumah sang dokter dan membetulkan saluran air. Andre rela tak dibayar asal ibunya terus mendapat perawatan.

Namun, setelah pekerjaan selesai, dokter ingkar janji. Dia bahkan menyuruh Andre membayar Rp 3 juta. Kalau tidak, perawatan dihentikan. Padahal, tidak ada uang sama sekali. ”Saya sempat memohon, tapi dokter tetap pada pendiriannya. Saya kemudian membawa ibu kembali ke Karangmenjangan (RSU dr Soetomo, Red),” tutur Andre.

Di RSU dr Soetomo, Suwarni harus menjalani CT-Scan. Sama seperti foto rontgen, foto khusus itu mengharuskan antre lebih dahulu. Saat antre tersebut, Andre bertemu seorang pengantar pasien dari NTT. Sebut saja Simon.

”Prosesnya bisa cepat kok. Antrenya tidak lama,” kata Andre menirukan pernyataan Simon. Namun, imbuh Simon, Andre harus mengeluarkan sejumlah uang kepada petugas berpakaian resmi. Mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Antre yang biasa memakan waktu tiga bulan bisa dipersingkat menjadi tiga hari.

Modusnya, seorang pasien menyerahkan uang kepada petugas. Petugas lantas meminta nomor antre Suwarni dan menggantinya dengan nomor baru yang lebih kecil. Misalnya, pasien yang mendapat nomor 100 bisa diubah menjadi nomor dua.

Andre tergiur. Dia lantas menyerahkan sejumlah uang kepada petugas. ”Benar saja, keeseokan harinya ibunya langsung dirontgen. Saya tidak menyangka bisa secepat itu,” lanjutnya.

Setelah CT-Scan rampung, Suwarni harus menjalani kemoterapi. Karena peserta Jamkesmas, Suwarni tidak dipungut bayaran sepeser pun. Setelah proses kemoterapi selesai, Suwarni menjalani radioterapi.

Andre lantas mendaftarkan diri. Namun, Suwarni tak langsung menjalani radioterapi. Lagi-lagi karena pasien terlalu banyak. Petugas pun tak bisa memastikan. Sebab, arus pasien tak pernah bisa diprediksi. Andre lantas disuruh meninggalkan nomor telepon. ”Nanti kalau tiba gilirannya, dihubungi,” kata Andre menirukan petugas.

Namun, hingga delapan bulan, Andre tidak pernah mendapatkan telepon itu. Bahkan, sampai sekarang, Suwarni tidak pernah menjalani radioterapi. ”Setiap kali ditelepon, petugas mengatakan saya untuk sabar. Alasannya, antrean pasien sangat banyak,” terangnya.

Padahal, dalam satu minggu, Suwarni idealnya harus menjalani radioterapi tiga kali. Andre mendengar ada cara agar proses radioterapi bisa cepat. Namun, ada sejumlah uang yang harus dibayarkan. ”Saya sudah tidak bisa lagi. Rumah di kampung sudah saya jual untuk ini semua. Lebih baik menunggu giliran,” katanya pasrah.

Kondisi Suwarni kini semakin parah. Dokter mengatakan, kanker sudah menjalar dan memasuki stadium empat. Tak bisa dioperasi lagi. Kini, Andre bekerja sebagai kuli di permukiman warga di kawasan Dharmawangsa. Sembari mengumpulkan uang, dengan bekerja di Surabaya dia bisa mengecek ke bagian radioterapi sewaktu-waktu kapan giliran ibunya mendapat terapi. ”Tapi, saya sudah tidak yakin,” katanya lemah. ( Jawa Pos Senin, 05 Januari 2009 )

Incoming search terms:

tempat praktek dr amarullah siregar (11),komunitas peduli kanker bali (2),dafrat nama dokter di rsud dr sutomo surabaya (2),biaya radioterapi (2),harga ct scan rsud dekter (2),perkumpulan penderita kanker (2),jantun (2),rumah sakit umum sutomo semarang (2),bedah onkologi rs dr soetomo (2),komunitas penderita kanker payudara semarang (1),pengobatan kanker hati di RS Dr Sutomo (1),penderita kanker serviks di rs sutomo surabaya (1),oprasi kanker payudara dokter sutomo (1),operasi rs onkologi surabaya biaya (1),onkologi dr soetomo (1),Nama2 dokter praktek umum di R S U D Dr SUTOMO (1),komunitas peduli kanker serviks (1),komunitas penderita kanker (1),komunitas penderita kanker payudara (1),nama dokter rs sutomo (1),komunitas perduli kanker payudara (1),nama-nama dokter di rsu dr sutomo surabaya (1),praktek dokter boyke dihentikan (1),prosedur rontgen soetomo (1),tarif ct scan rsud dr soetomo (1),Syarat2 pasien yg mau Ronsen (1),rumah sakit kanker payudara surabaya (1),rumah sakit kanker payudara di surabaya (1),rumah sakit kanker payudara di semarang (1),rsu paling murah untuk kemoterapi daerah surabaya (1),rs soetomo radiotherapy (1),rs dr sutomo jamkesmas (1),rs dr sutomo bagian onkologi surabaya (1),rs dr soetomo (1),rontgen kanker payudara (1),rontgen di Rumah sakit Dr Soetomo surabaya (1),radioterapi rsud dokter sutomo (1),radioterapi dr soetomo biaya (1),radioterapi dr soetomo (1),www spesialis kanker rsud dr suetomo com (1),komunitas dr onkologi (1),daftar nama dokter di rumah sakit dr soetomo (1),ct scan surabaya yang murah (1),CT scan di surabaya (1),biaya rontgen & ct scan (1),Biaya photo rontgen di surabaya (1),biaya operasi tumor rs onkologi surabaya yahoo (1),biaya operasi kanker payudara rs dr soetomo surabaya jamkesmas (1),biaya operasi kanker payudara di jawa timur (1),biaya operasi kanker payudara (1),biaya operasi kanker ovarium (1),biaya kemoterapi di rs dr soetomo (1),biaya CT Scan karang menjangan (1),biaya ct scan di RSU dr Soetomo (1),biaya ct scan di dr soetomo (1),berapa biaya foto rongsen di rumah sakit di semarang (1),Daftar nama dokter rsud dr soetomo sby (1),daftar nama DR ahli onkologi rumah sakit dr soetomo surabaya (1),keterangan dan gambar dr sutomo (1),Kemotherapy RS dr soetomo (1),kemoterapi rumah sakit dr sutomo (1),kanker rsud dr soetomo (1),jumlah biaya angkat kanker rahim Rp (1),jadwal praktek dr amarullah siregar (1),harag rounsen di rumah sakit dr soetomo (1),harag rontgen surabaya (1),gambar rumah sakit dr soetomo (1),gambar kanker payudara yg sdh parah (1),foto dokter sama pasien (1),dta kanker serviks di rs soetomo sby (1),dokter payudara di semarang (1),dokter kanker rumah sakit dr soetomo suranaya (1),daftar nama-nama pasien RS dr Sutomo (1),bedah kanker rumah sakit dr sutomo (1)

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Alangkah menyedihkan orang-orang begitu tega memanfaatkan derita pasien kanker.
Karena itu kami di Bali berantutias mengembangkan komunitas kecil kami untuk bisa berbagi peduli pada para penderita kanker.
Sahabat-sahabat yang tulus hati mari bergandeng tangan berbagi kasih. Malakukan hal terkecil untuk dapat mendukung moril maupun materil bagi para pejuang kanker.
Komunitas Peduli Kanker (Bali) saranacinta@yahoo.com

Leave a comment

(required)

(required)